Opini Pribadi: Persaingan Peranti Teknologi

Persaingan di industri teknologi informasi dan komunikasi berlangsung semakin ketat, android besutan google, Microsoft, dan OS milik Apple bersaing dalam memperebutkan pasar operating system, HP. Toshiba, Dell bertarung dalam kategori produk notebook. Perang tarif antar – operator seluler sudah berakhir, berganti dengan persaingan dalam menawarkan berbagai paket layanan data dan VAS (Value added service) Dua berita persaingan terbaru yang seru adalah pada kategori produk OS (operating system) dan kategori produk konsol game, sementara itu, di jagad industry video game, sony (PS3) dan Microsoft (Xbox 360) berusaha menggoyang dominasi Nintendo (Wii) dalam pasar konsol game dengan melakukan inovasi pada sistem pendeteksi gerakan, yang selama ini merupakan keunggulan Nintendo Wii.

Mohon maaf jika saya memberikan contoh sudah kurang relevan, karena saya bukan pemerhati konsol game

Jika kita cermati, persaingan yang terjadi dalam industry – industry yang padat teknologi seperti contoh di atas dapat di golongkan ke dalam dua jenis, yaitu Persaingan antarperanti lunak (software) vs Persaingan antarperanti keras (hardware)

Walaupun berbeda, persaingan dua peranti itu sejatinya saling berhubungan, persaingan antar =-operator seluler (peranti lunak) sedikit banyak bergantung pada persaingan antar-produsen ponsel (peranti keras), demikian juga sebaliknya, untuk menjamin bahwa perantinya diterima pasar, tidak jarang perusahaan melakukan bundling, Apple Inc.,produsen IPhone (peranti keras) menggandeng operator telekomunikasi AT&T (peranti lunak) di Amerika Serikat agar penetrasi pasarnya menjadi luas

Industri atau pasar dengan karakteristik seperti ilustrasi diatas kerap disebut sebagai value webs (Cartwright dan Oliver 2000), ketergantungan co-opetitive (Brandenburger dan Nalebuff 1996) atau model jejaring (Frels, Shervani, dan Srivastava, 2003) Menurut Frels dkk (2003), dalam sebuah model jejaring, keputusan seorang pengguna untuk mengadopsi sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kinerja produk itu sendiri (stand-alone performance), tetapi juga ditentukan oleh kekuatan jejaring di sekitar produk tersebut, ada tiga jenis jejaring disini

1. Jejaring Pengguna

Semakin banyak orang yang mengadopsi sebuah produk, maka orang akan terdorong untuk bergabung dalam jejaring tersebut, tanpa ia harus mengevaluasi dulu kualitas produk yang akan ia gunakan tersebut, banyak orang memutuskan membuka rekening di BCA atau Mandiri bukan semata – mata karena tingkat bunga, keamanan, ataupun keramahan pegawainya, tetapi mungkin karena BCA dan Mandiri memiliki jejaring ATM dan basis pengguna yang luas dan tersebar di seluruh Indonesia, jejaring pengguna yang kuat ini memudahkan orang untuk melakukan transaksi keuangan mereka sehari – hari

2. Jejaring Peranti Lunak

Tanpa ketersediaan pilihan peranti lunak di pasar, pengguna akan berpikir ulang sebelum mengadopsi sebuah produk, sekitar 3 dekade yang lalu, IBM merajai pasar komputer desktop dengan menawarkan aplikasi pengolahan data Lotus 1-2-3 yang jauh lebih cepat dari aplikasi sejenis terdahulu seperti VisiCalc atau Multiplan, kekuatan jejaring peranti lunak juga dapat di amati pada industry game, populernya permainan video game Tetris menjadi salah satu kunci kesuksesan produk konsol Nintendo game boy, dengan demikian, kekuatan jejaring peranti lunak yang ada dapat mempengaruhi tingkat adopsi masyarakat terhadap sebuah produk berbasi teknologi

3. Jejaring Peranti Keras

Jejaring ini jauh lebih kasat mata dibandingkan dua jejaring yang lain, komunikasi pemasaran yang mereka lakukan kepada publik biasanya juga relatif intens, kita lihat bagaimana para OEM ponsel, peralatan elektronik rumah tangga, produk otomotif, notebook, netbook, dan lain lain, gencar berpromosi dan mengadakan pameran untuk menarik minat konsumen,

Semakin kuat jejaring yang terbentuk pada tataran produsen, akan lebih banyak orang memutuskan untuk mengadopsi produk tersebut, terlepas apa pun merek produk yang nantinya ia pilih

Para profesional dan tenaga programmer dari Indonesia terkenal memiliki skills dan kreativitas yang tinggi, sayangnya, kemampuan dan kreativitas mereka belum di sinergikan agar membentuk jejaring yang luas dan kuat, misalnya saja program aplikasi akuntansi Zahir, yang notabene adalah produk asli dalam negeri, sebenarnya, Zahir berpotensi membentuk jejaring pengguna dan peranti lunak khususnya pada segmen UKM di Indonesia, yang jumlahnya sangat besar, Aplikasi Amandasoft yang di rancang untuk membantu operasional rumah sakit juga sebuah produk karya anak bangsa yang perlu terus dikembangkan agar membentuk jejaring yang kuat pada industri jasa kesehatan di Indonesia

Para programmer kita juga bahkan sering mendapat pesanan untuk membuat website perusahaan dari luar negeri,desain website yang di kerjakan bervariasi, mulai dari yang standard semacam HTML (hypertext markup language) sampai yang canggih dengan memakai aplikasi e-commerce, hal ini menunjukkan bahwa kita sebenarnya memiliki kemampuan dan modal dasar yang dibutuhkan untuk berpartisipasi lebih aktif, modal finansial yang dibutuhkan relatif kecil, karena yang lebih berperan adalah kreatifitas dan tekad kuat