Terlalu kurus atau kekurangan berat badan memiliki pengaruh negatif bagi kesehatan seseorang di antaranya membuat tulang menjadi rapuh, dapat mengurangi produksi hormon dan menurunkan imunitas tubuh.

Salah satu upaya mengatasi kekurangan berat badan ialah mengonsumsi makanan dengan rumus (jumlah porsi) yang tepat.

“Underweight atau kekurangan berat badan ada risiko kesehatannya, misalnya tulang menjadi rapuh, susah memiliki anak (bagi perempuan – yang salah satunya dapat diukur melalui lingkar lengan atasnya),” Ahli nutrisi dari penyedia layanan solusi makanan sehat, Slim Gourmet, Vien Karina Valerie di Jakarta, Jumat (18/7/2014) malam.

Menurutnya, rumus porsi makanan yang tepat bagi seseorang yang terlalu kurus, yakni setengah piring untuk makanan yang mengadung karbohidrat, misalnya nasi.

Kemudian, setengah piring sisanya dibagi untuk protein, lemak, serta sayur-sayuran. “Di luar porsi dalam piring, kita bisa menambah “dessert”, misalnya jus, buah, air putih atau kacang-kacangan,” kata Vien.

Vien menekankan, bagi mereka yang kekurangan berat badan, perlu untuk menambah konsumsi makanan selingan di antara jam-jam makan.

“Jangan terpaku hanya makan tiga sekali sehari. Di sela jam makan, bisa mengonsumsi snack setidaknya yang mengadung 100 kalori,… Menambah porsi makanan boleh, asal pilih makanan yang bersih, bukan junk food,” katanya.

Kekurangan berat badan dapat diidentifikasi melalui pengukuran indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI). Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, seseorang dikatakan kekurangan berat badan jika BMI menunjukkan angka kurang dari 18,5.