Kenapa Perut cepat menjadi gendut? cari tau sekarang

Perut adalah salah satu bagian tubuh yang paling sering “diserang” oleh lemak, sehingga mudah menjadi gendut dan buncit seiring pertambahan usia, untuk mencegahnya, selain menjaga pola makan, diperlukan latihan khusus pengencangan perut secara rutin

“Tak ada yang lebih merusak penampilan selain perut yang gendut” itu kata Sharon stone pol – belly seperti istilah stone memang menjadi momok bagi wanita dan pria, khususnya yang sudah memasuki usia 30 ke atas, direntang usia itu, tubuh manusia mengalami berbagai perubahan penting, umumnya makin melemah seiring pertambahan usia, mulai dari system metabolism, fungsi organ – organ, hingga keseimbangan hormone, perubahan itu bukan hanya mulai mengganggu stamina tubuh dan kesehatan, tapi juga penampilan fisik, keriput yang mulai bermunculan dikulit hingga lemak yang kian menumpuk diseluruh bagian tubuh

Perut adalah salah satu bagian tubuh yang paling sering “diserang’ oleh lemak, sehingga dari hari ke hari menjadi makin buncit, tak jarang perut gendut juga menyerang orang – orang yang tidak gemuk – bahkan terbilang kurus, yang lebih menjengkelkan, perut gendut ternyata juga bisa sangat bandel, diet dan olahraga biasa sering kali tak mempan untuk mengikisnya

Yang tak kalah penting, perut gendut juga ternyata merupakan indicator bahwa tubuh anda tidak (lagi) sehat, pasalnya, di balik perut yang gendut bersemayam sejumlah organ dalam yang diselimuti lemak, makin tebalnya lemak, fungsi organ – organ tersebut makin terganggu

Perut gendut tanda tak sehat

Wanita india bisa saja merasa bangga bila bertubuh gemuk dan berperut gendut, dari balik sari yang membungkus tubuh mereka menyembul perut yang menonjol dan berlipat – lipat, wanita yang demikian dianggap sebagai representasi kemakmuran yang di berikan suami mereka

Tapi, trend berganti dan anggapan seperti itu tampaknya kini sudah tidak berlaku lagi, bukan hanya tidak enak dipandang, perut gendut juga merupakan tempat persembunyian berbagai penyakit yang dapat berakibat fatal, mulai dari gangguan pembuluh darah (penyebab penyakit jantung koroner) diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, hingga kanker, karena itu, perut gendut bukan hanya masalah bagi wanita, justru biasanya menjadi lebih berbahaya pada pria, kaum wanita biasanya lebih perduli terhadap penampilan, karena itu, ketika rok atau celana mulai terasa sempit, biasanya mereka langsung waspada dan segera mengambil tindakan, misalnya dengan berdiet atau berolahraga, meskipun tak jarang hanya berhenti pada niat, sebaliknya, kaum pria tidak terlalu dituntut untuk memperhatikan penampilan, jadi ketika perut mereka mulai membuncit (saya salah satunya) kaum pria umumnya menghadapi dengan lebih santai, mereka baru tersadar atau mau disadarkan apabila penyekit berat sudah bersarang di tubuh mereka, tak jarang pada saat itu segalanya sudah terlambat (amit – amit)

Bahwa kondisi perut wanita usia 30+ atau pria 40+ tidak lagi sekencang dan serata seperti saat mereka masih remaja atau dewasa muda, tentunya kita harus bisa menerima kenyataan itu dengan besar hati, namun ada pegangan yang bisa anda gunakan untuk menentukan apakah ukuran perut anda masih terhitung sehat atau sudah mulai membahayakan

Pada wanita, ambang yang dianggap sehat adalah bila linggar pinggang anda tak lebih dari 80 cm (Ambil meteran sekarang!) adapun pada pria tak lebih dari 90 cm bila sudah melebihi angka tersebut segera lakukan tindakan penyelamatan siaga 1 seperti mencari supplemen diet di mindistore, hehe..iklan..

Mengapa perut menjadi gendut??

Menurut dr Michael Triangto Sp, KO, terapis olahraga dari rumah sakit mitra kemayoran Jakarta, perut yang menggendut biasanya berbanding lurus dengan tubuh yang menggemuk, bila tubuh makin gemuk, dengan sendirinya perut pun makin gendut

Sejak manusia masih berupa janin hingga meninggal dunia, perut terus mengalami perubahan, perut pada janin atau bayi biasanya membuncit, Karena dinding perut mereka masih tipis dan halus, saking tipisnya tak jarang pergerakan organ – organ dalam mereka terlihat dari permukaan perut, memasuki usia praremaja hingga dewasa muda umumnya perut menjadi rata dan kencang, karena saat itu otot – otot perut dalam kondisi yang prima, memasuki usia 30an, terutama bagi wanita yang telah melahirkan, dinding perut perlahan – lahan mulai mengendur

Perut menjadi gendut karena otot – otot perut mengendur sehingga mudah melar, makan agak banyak, langsung melar, kembung, menjelang menstruasi juga melar, kondisi ini biasanya terjadi pada orang – orang yang jarang melatih otot – ototnya, misalnya tak terbiasa olahraga / mager, “kalau otot perut masih kencang, makan agak banyak atau saat kembung pun perut tetap tak terlihat membuncit” jelas dr Michael

Mengapa bagian perut paling gampang gendut? Menurut dr Michael, karena perut ada di bagian tengah tubuh (sentral) dengan posisinya itu, perut tidak bias digerakkan secara leluasa dan maksimal seperti hal nya lengan atau kaki, untuk mengencangkan, lengan atau kaki bisa digerakkan ke berbagai arah, ditekuk – tekuk atau diberi beban, sementara perut cenderung statis, tak heran bila lemak sangat senang berkumpul di bagian ini

Peran usia juga ikut menentukan, memasuki usia 30 (wanita) atau 40 (pria) secara alamiah mulai terjadi berbagai perubahan pada tubuh kita, salah satunya melambatnya metabolism, hal ini mengakibatkan kemampuan tubuh dalam membakar lemak berkurang, sehingga lemak jadi lebih mudah menumpuk di tubuh

Direntang usia itu, biasanya gaya hidup kita juga mengalami perubahan menjadi lebih mapan, sehingga tanpa disadari kita pun makin jarang bergerak, kini kita tidak perlu lagi mengejar – ngejar bus kota karena sudah memiliki mobi sendiri, atau kita jadi lebih sering mengkonsumsi makanan yang enak – enak karena sudah cukup punya uang untuk membelinya, bagi wanita, kehamilan juga ikut menyumbang peran dalam menciptakan perut gendut, pada saat hamil, dinding perut melar berkali lipat dari kondisi normal, ditambah dengan beban janin yang dikandungnya, kalo tidak secepatnya dikencangkan kembali usai melahirkan, lemak akan segera menggantikan tempat yang seharusnya dihuni oleh otot

Faktor perubahan hormone juga memainkan peran yang sangat penting dalam menciptakan perut gendut pada wanita maupun pria  C.W. Randolph, M. D dari Columbia university medical school amerika serikat, bahkan menyebut dominasi hormone estrogen sebagai “terdakwa utama” dalam menciptakan perut gendut

Dominasi estrogen

Kalau mendengar kata perubahan hormone yang langsung terbayang adalah kondisi perimenopause dan menopause yang dialami para wanita usia 40+ anda memang tidak salah, tapi perlu diketahui bahwa perubahan hormone ternyata dialami oleh semua orang, wanita dan pria, diusia tertentu pada wanita, perubahan hormone mulai terjadi mulai usia 50an sementara pada pria mulai usia 40an, seperti disebutkan Dr. Randolph dalam bukunya yang berjudul From belly fat to belly flat, sejumlah riset membuktikan bahwa perubahan produksi hormone di dalam tubuh rata – rata menghasilkan penambahan berat badan antara satu – dua pon (1 pon = 0,45 kg) setiap tahunnya diusia antara 35 – 55 tahun (pada wanita dan pria) selama anda membiarkan keadaan itu tanpa melakukan usaha untuk mengembalikan keseimbangan hormone – hormone tersebut, berat berlebih di bagian perut itu nyaris mustahil untuk dihilangkan, seperti diketahui, tubuh manusia memiliki 3 hormon, estrogen – progesterone dan testosterone, pada wanita lebih banyak terdapat hormone estrogen dan progesterone dan sedikit hormone testosterone, adapun pada pria yang mendominasi adalah hormone testosterone, meskipun pria juga memiliki hormone estrogen dan progesterone dalam jumlah sedikit

Pada wanita, estrogen dan progesterone berperan penting untuk semua kegiatan reproduksi, estrogen antara lain berfungsi untuk mengembangkan organ – organ seksual, mengatur kelancaran sirkulasi haid, mendukung pertumbuhan dan fungsi uterus (Rahim) – khususnya membentuk tali pusar sebagai “selang makanan” untuk janin serta merangsang pertumbuhan sel

Pada periode yang seiring, progesterone berperan memlihara Rahim dan menyiapkannya untuk menghadapi kehamilan, menjaga telur yang siap dibuahi, merangsang pembentukan tulang serta berfungsi secara alamiah sebagai zat diuretik untuk mencegah kembung, selain untuk fungsi reproduksi, progesterone juga berperan (bagi wanita dan pria) sebagai zat antidepresan alami, memberikan efek tenang bagi tubuh, memelihara libido, mengelola tidur, serta menyeimbangkan  kadar hormone estrogen dalam tubuh, yang terakhir ini berarti juga menyeimbangkan perkembangan sel yang didukung oleh estrogen agar tidak berlebihan sehingga berkembang menjadi kanker

Sayangnya, memasuki usia 30an, produksi estrogen dan progesteron di dalam tubuh mulai menurun, namun penurunan produksi progresteron biasanya lebih cepat dan pasti dibandingkan estrogen (120 kali lebih cepat dari pada estrogen), akibatnya, terjadilah kondisi yang dinamakan dominasi estrogen ( estrogen dominance), kondisi dominasi estrogen ini bahkan bisa terus berlangsung hingga wanita memasuki pasca menopause, karena menurut Dr Randolph, produksi estrogen di dalam tubuh tetap berlangsung sekalipun seorang wanita sudah memasuki masa menopause, meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit, namun karena produksi progesterone sudah berhenti total, kondisi dominasi estrogen tetap terjadi

Bukan hanya pada wanita, kondisi dominasi estrogen ini juga terjadi pada pria, bedanya pada pria, progesterone diproduksi di lapisan adrenalin dan testis, ketika seorang pria memasuki usia 40an, penurunan produksi progesteron akan diikuti oleh penurunan testosterone dan ketika kedua hormone it uterus menurun, hormone estrogen akan mendominasi

Karena estrogen berfungsi sebagai “bahan bakar” bagi pertumbuhan sel, maka kondisi dominasi estrogen ditengarai bisa memicu timbulnya kanker, pada wanita, kondisi ini bisa meningkatkan resiko endometriosis dan fibroid, bahkan kanker Rahim dan payudara, sementara pada pria meningkatkan resiko kanker prostat, adapun dominasi estrogen pada bagian perut merupakan salah satu factor resiko munculnya gangguan kardiovaskular pada pria dan wanita

Serem ya paragraph terakhir..hiii. ayo biasakan hidup sehat dan minum supplemen jika perlu, semoga artikel ini bermanfaat yang dikutip dari berbagai sumber

Leave a Reply

error: Budayakan Membaca!
About | Contact | Disclaimer | Privacy Policy | Sitemap | TOS