Cara simple untuk merawat kesehatan gigi dan mulut

Bayangkan ini, wajah cantik tapi pelit senyum, apalagi tertawa lebar, nilainya pasti berkurang, Eits..jangan berpikir negative dulu, siapa tahu wanita itu bukan judes, tapi memang sedang memiliki masalah dengan kesehatan gigi atau mulut

Senyum yang tulus dan penuh percaya diri, ditambah dengan tampilan deretan gigi yang rapi, bersih dan putih pasti akan menambah kecantikan, asal anda tahu, keindahan senyum itu tidak terjadi begitu saja, perawatan kesehatan gigi dan rongga mulut mutlak harus dijaga, tidak njlimet kok , cukup lakukan hal – hal sederhana sejak dini yang ternyata sangat berpengaruh pada kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan

Berikut cara – cara simple untuk merawat kesehatan gigi dan mulut, seperti dipaparkan drg, Veronica setyaadmadja, pemilik klinik visible smile, Jakarta, biasakan dari sekarang, yuk!

1. PILIH DENTAL FLOSS

Dengan dental floss, gigi dan gusi tidak akan mendapatkan banyak trauma (gesekan, benturan) sehingga berkurang pula resikonya akan rusak “tusuk gigi berpotensi menggeser posisi gigi dan melukai gusi, lama kelamaan gusi menjadi mudah berdarah dan rentan infeksi” kata drg Vero

2. SIKAT YANG BENAR

Sudah tiap hari menyikat gigi? Ini bukan jaminan gigi anda aman, sikat dengan benar untuk memastikannya

1. Menyikat gigi dengan tekanan ringan

Tekanan yang besar, apalagi dengan teknik yang salah akan merusak gigi dan gusi, gusi menjadi mudah berdarah dan sensitive dari infeksi, karena jadi bermasalah, gusi pun tak akan sempurna dalam menyangga gigi, dan ini bias berakibat gigi pun turut rusak

2. Jangan salah arah

Arah sikat yang benar adalah secara vertical satu arah dari pangkal ke ujung gigi, dengan begitu, sisa makanan di sela gigi dapat tersapu dan perbatasan gusi – gigi tidak tergerus, untuk gigi geraham, permukaan kunyah disikat dengan gerakan ke kanan – kiri seperti menyapu atau gerakan melingkar

3. Sedang – sedang saja

Waktu menyikat gigi paling ideal adalah 2 – 3 menit, kalo kurang dari itu, gigi anda mungkin kurang bersih, kalo lebih dari itu dapat mengikis enamel dan mengiritasi gusi

4. Pilih bulu sikat yang lembut

Bulu sikat yang keras dan kaku akan merusak enamel (lapisan terluar gigi) sehingga gigi pun menjadi sensitive, pastikan pula bulu sikatnya rapi dan tidak keluar dari “barisannya”

5. Pilih kepala sikat yang kecil

Setidaknya, pilih kepala sikat yang sesuai dengan besar rahang dan gigi, “semakin kecil kepala sikat, maka dapat menjangkau tempat – tempat terdalam deretan geligi’ kata drg Vero

6. WAKTU MENYIKAT YANG TEPAT

Pagi setelah sarapan, setelah makan dan sebelum tidur malam, saat tidur, mulut sebaiknya dalam keadaan bersih, ketika tidur, mulut tidak memproduksi ludah, Nah kalo anda meninggalkan sisa makanan di dalamnya, bakteri dan kuman pun akan berpesta pora sesuka hati

Jika sisa makanan  mengandung asam dan gula, keduanya berpotensi melemahkan enamel gigi, kalau sudah begitu, resiko gigi berlubang pun jadi meningkat

3. KUMUR SETELAH MENYIKAT

Gunakan mouthwash mengandung antiseptik untuk melindungi gigi dari munculnya plak, tapi kalo untuk pengobatan (misalnya luka di gusi atau di bagian mulut lainnya, atau setelah gigi di cabut) gunakan mouthwash yang mengandung antibiotik, yang juga perlu dingat, mouthwash merupakan cairan untuk pemakaian luar tubuh, jadi jangan ditelan ya

4. KEROK LIDAH

Sering melakukan hal itu setelah menyikat gigi? Ternyata langkah ini juga dianjurkan, bisa menggunakan sikat gigi atau peranti khusus untuk mengerok lidah, permukaan lidah berbentuk “bukit – lembah”, sehingga ada celah – celah yang perlu di bersihkan tak cukup dengan berkumur

5. MENGUNYAH PERMEN KARET

Mengunyah permen karet berguna untuk self cleansing pada gigi – dapat menyapu sisa makanan dan plak dari permukaan gigi, berguna pula untuk merangsang produksi saliva lebih banyak sehingga mulut tidak kering dan bau mulut pun berkurang, tapi jangan lupa menggosok gigi setelahnya, karena gula di dalam permen karet dapat merusak gigi

Yang juga tak kalah penting setelah membatasi makanan dan minuman yang mengandung gula dan asam, seperti permen, coklat atau soft drink, bakteri sangat menyukai karbohidrat sederhana seperti gula, bakteri akan membuat plak dan plak tersebut akan mengubah gula menjadi asam, Nah, asam adalah musuh utama enamel gigi dan bisa menjadi berlubang “boleh – boleh saja mengkonsumsi gula dan asam, tapi gosok gigi setelah itu” saran drg Vero

6. BATASI WINE, KOPI DAN TEH

Bukan tidak boleh, tapi batas pengkonsumsiannya, paling banyak 1 – 2 cangkir sehari, kandungan tannin pada teh dan kopi bisa mengubah warna lapisan luar gigi, atau enamel, begitu pula dengan minuman berwarna lainnya, seperti wine, sirup, atau minuman bersoda, akibatnya, permukaan gigi akan berwarna kehitaman atau kecokelatan, tak sedap dipandang kan?

Apalagi noda tersebut akan lebih mudah terbentuk pada permukaan gigi yang kasar, baik karena plak atau permukaan anatomi gigi yang tidak rata, memang sih, idealnya setelah minum kopi, the, wine atau minuman berwarna lainnya, anda langsung sikat gigi, bila sulit dilakukan, langkah pencegahan yang bisa anda lakukan adalah minum menggunakan sedotan

7. TIDAK MEROKOK

Tentu saja rokok sangat erat hubungannya dengan kesehatan gigi dan  mulut, karena satu – satunya cara menikmati rokok adalah dengan menghisapnya, sayangnya, begiru kita menghisap rokok, asap rokok dengan jutaan zat kimia berada dalam rongga mulut dan mempengaruhi jaringan dan organ yang ada dalam rongga mulut, termasuk gigi

Asap panas yang berembus terus – menerus ke dalam rongga mulut menyebabkan perubahan aliran darah dan mengurangi pengeluraran ludah, akibatnya rongga mulut menjadi kering dan memberikan lingkungan yang sangat disukai bakteri dalam plak

Efek negative lainnya dari rokok terhadap kesehatan gigi dan mulut antara lain

  1. Perubahan warna gusi, gigi dan bibir, biasanya menjadi lebih gelap
  2. Karies pada gigi lebih mudah terbentuk
  3. Meningkatkan resiko kanker pada mulut
  4. Bau mulut

8. BERHATI – HATI MENGGUNAKAN PEMUTIH GIGI

Salah satu efek samping pemutihan gigi adalah gusi menjadi lebih sensitif , karena itu sebelum memutuskan melakukan pemutihan gigi, periksalah dulu apakah gusi anda cukup sehat untuk mendapat prosedur pemutihan gigi

Tentu saja anda boleh memakai bahan pemutih gigi yang bebas dijual dipasaran, seperti odol, strip atau kuas, namun perhatikan kandungan kandungannya apabila hydrogen peroksidanya (bahan pemutih) rendah, yaitu 0,1 – 3% , berarti masih aman digunakan, perhatikan juga ada tidaknya izin dari badan kesehatan

9. PERIKSAKAN GIGI

Sakit atau tidak, sebaiknya anda memang rutin bertandang ke dokter gigi untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut, sebaiknya jadwalkan setiap 6 bulan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi, kalo memang gigi anda tidak bermasalah, anda bisa membersihkan karang gigi yang biasanya terbentuk di gigi anda, rutin periksa, sakit gigi tak akan menyerang

 

“Sehat adalah kekayaan yang sesungguhnya, bukan emas dan perak”  – Mahatma Gandhi

 

Leave a Reply

error: Budayakan Membaca!
About | Contact | Disclaimer | Privacy Policy | Sitemap | TOS